690 Ribu APD Telah Terdistribusi ke Provinsi dan Kota/Kabupaten

Redaksi   |   Kesehatan  |   Selasa, 14 April 2020 - 21:04:47 WIB   |  dibaca: 1011 kali
690 Ribu APD Telah Terdistribusi ke Provinsi dan Kota/Kabupaten

Standar APD yang diterbitkan Kemenkes dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. (Sumber: Kemenkes).

Aeksirahar.com - Alat Pelindung Diri (APD) yang telah terdistribusi ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota telah mencapai hampir 700.000 pieces atau tepatnya sekitar 690.000. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, selaku Gugus Tugas Covid-19, melalui daring, Senin (13/4).

“Ini akan kami tingkatkan terus, akan kami tambah terus supaya kebutuhan APD di daerah, terutama di rumah sakit menjadi modal dasar, menjadi (dukungan) moril bagi seluruh tenaga kesehatan terutama dokter dan perawat serta juga masyarakat lainnya,” ujar Kepala BNPB.

Lebih lanjut, Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa telah mendistribusi APD kepada sejumlah asosiasi atau perhimpunan dan perkumpulan dokter di luar dokter yang menangani Covid-19. “Yang mana diharapkan semua dokter yang praktik, terutama di daerah-daerah yang sudah pasti terdapat kasus positif Covid-19 harus menggunakan APD demi melindungi tenaga dokter kita,” imbuh Doni.

Ventilator Menyangkut ventilator, Kepala BNPB mengaku akan berupaya meningkatkan kemampuan produksi ventilator dalam negeri. “Karena untuk mendatangkan ventilator dari luar negeri juga tidaklah mudah karena sebagian besar negara hari ini sangat membutuhkan ventilator,” urai Doni.

Ia juga mengharapkan kerja sama dengan berbagai macam perguruan tinggi, para periset, termasuk juga swasta dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional bisa membantu memberikan dukungan ketersediaan ventilator. (FID/EN)

 

Profil Redaksi

Redaksi

isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook