Wawancara Calon Wakil Bupati Humbamas Wang Tao Bicton Manullang: Atasi Banjir Pemda Harus Bergerak Cepat

Redaksi   |   Politik  |   Kamis, 06 Februari 2020 - 17:14:28 WIB   |  dibaca: 1189 kali
Wawancara Calon Wakil Bupati Humbamas Wang Tao Bicton Manullang: Atasi Banjir Pemda Harus Bergerak Cepat

Ist

SETIAP musim penghujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terkena musibah banjir, longsor, hingga menelan korban jiwa. Agar masalah banjir dan longsor ini ke depan tidak terjadi lagi, Pemimpin Redaksi aeksirahar.com Aslin Purba mewawancarai Calon Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbamas) Wang Tao Bicton Manullang. Berikut petikannya:

1.  Diguyur hujan deras, belasan rumah di Jalan Maduma II, Kelurahan pasar Dolok Sanggul, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, terendam banjir, Rabu (23/10/2019 lalu. Banjir wilayah ini, bukan kali ini terjadi, tapi setiap hujan deras warga dihantui banjir. Tanggapan Anda sebagai calon pemimpin di wilayah ini?

Wang Tao Bicton Manullang: Menurut saya, pada dasarnya musibah banjir merupakan hal yang sudah sangat sering terjadi di hampir seluruh bagian Indonesia. Untuk kejadian yang terjadi di Maduma, pada dasarnya merupakan hal yang sangat disayangkan. Kenapa? Karena pada dasarnya daerah tersebut bukanlah daerah yang tergolong padat penduduk seperti layaknya kota-kota besar dan tidak terlalu memerlukan bendungan atau pompa-pompa air karena memang penyebabnya adalah saluran drainase yang tidak optimal untuk menampung dan menyalurkan air hujan. Tetapi, melihat dari dampak banjir yang dirasakan masyarakat, tentu hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah untuk membuat suatu formula dalam hal preventif (pencegahan) dan juga solusi dalam penanganan Banjir di Humbang hasundutan.

2. Solusi yang Anda tawarkan untuk mengatas banjir, banik jangka pendek maupun jangka panjang?


Wang Tao Bicton Manullang: Untuk musibah banjir ini, yang hrus dipahami adalah sebab dan akibatnya. Itulah yg menyebabkan banyak sekali cara/langkah yg dapat digunakan untuk menanggulangi/mencegahnya. Namun langkah-langkah tersebut memang harus disesuaikan dgn daerah masing-masing. Planing utk jangka panjang dan pendek memang sangat diperlukan. Utk kondisi musibah seperti di Jalan Maduma. Jelas sekali bahwa ini disebabkan adanya sistem drainese air yg tidak optimal. Karena pertanyaannya, jika saluran drainase normal, maka seharusnya banjir tersebut tidak akan terjadi. Untuk jangka pendek, yang pasti optimalisasi drainase adalah langkah pertama dan utama yang harus dikerjakan. Karena drainase berguna untuk mengendalikan air hujan yang berlebihan. Tentu, dalam pengptimalan drainase ini disertai juga dengan pembangunan drainase yang tersistem. Drainase harus saling terhubung mulai dr drainase local (pemukinan) hingga sungai-sungai. 

Kemudian, pengelolaannya juga harus dioptimalkan baik oleh Pemerintah maupun masyarakat setempat dengan tujuan agar system drainase tersebut bekerja optimal untuk mengendalikan air jika terjadi hujan. Simpelnya bagian yang dangkal dikeruk, yang sempit diperleba, yang tersumbat di bersihkan. Untuk jangka panjang, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kawasan hutan yang ada didaerah humbang hasundutan, ada beberapa isu yang mengatakan bahwa ada penebangan hutan terjadi, tentuk disini kita harus focus. Karena memang pada dasarnya hutan tersebut harus dijaga sebagai alat “alami” yang berguna untuk mencegah banjir. Kalau ditebang ya wajar saja banjir krn air tidak meresap ke dalam tanah, bahkan bisa menyebabkan longsor. Disamping itu, masyarakat juga harus dilibatkan dalam menjalankan upaya mencegah Banjir dengan program-program edukasi Peduli Lingkungan dan sebagainya. 

3. Sementara itu di Doloksanggul, diperkirakan ratusan hektar areal pertanian dan puluhan rumah warga di Desa Marbun Tonga Dolok (Martodo) dan Desa Siunong-unong Julu, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) juga terendam banjir, Minggu (19/11/2017) lalu. Ini artinya, ancaman banjir menghantui sejumlah wilayah di daerah ini. Apa solusi Anda untuk mengatasi dan megantisipasi banjir di wilayah Humbamas?

 


Wang Tao Bicton Manullang: Hal tersebut memang menjadi hal yang cukup prihatin bagi kita. Terlebih karena mayoritas penduduk disana adalah bekerja sebagai petani. Untuk kasus seperti ini perlu diperhatikan khususnya bagi Pemerintah untuk secara cepat menanggulangi banji di sawah antara lain : 
Membuat saluran air yang banyak di area sawah. Hal tersebut berguna untuk mencegah debit air meluap dan serta agar saluran air berjalan lancar. Dapat juga dilakukan dengan membuat beberapa pipa paralon dalam sebidang petak sawah agar air dapat cepat mengalir ke tempat yang lebih rendah dan dapat dengan cepat mengalir ke drainase seperti sungai. Kemudian, untuk sawah yang dekat dengan sungai, maka wajib ada tanggul. Tanggul ini berguna agar air yang meluap tidak langsung masuk ke sawah. Jika di daerah banjir sudah ada tanggul, maka perlu dilakukan pengerukan ulang agar tanggul tersebut dapat menampung debit air yang lebih besar. 
Selainitu,  sungai-sungai yang berada didekat area sungai juga diperdalam, karena yang pasti banjir tersebut terjadi karena sunagi yang ada masih dangkal dan tidak dapat menampung debit air yang banyak. Jika hal-hal tersebut dilakukan secara focus oleh Pemerintah, pasti daerah persawahan di humbang akan terbebas Banjir. Terlebih hal ini pun banyak dilakukan di daerah-daerah lainnya. Yang pasti, pasca bencana banjir tersebut lahan pertanian terkhusus yang dekat dengan aliran sungai sudah rusak parah , tentu hal ini merupakan suatu Warning Pemerintah untuk bergerak cepat dan taktis dalam memperbaiki lahan-lahan yang rusak dan mengoptimalkan system pencegahan banjir seperti diatas agar banjir tidak kembali terjadi di Humbang Hasundutan.

4. Potensi sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan di wilayah Humbamas cukup besar, program apa yang Anda tawarkan, agar pembangunan di Humbahas di sektor-sektor ini semakin terpacu? 

Wang Tao Bicton Manullang: Terkait dengan sektor-sektor tersebut tentu akan menjadi hal yang sangat menarik untuk dibahas dan dilakukan karena memang peningkatan dalam sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan ini akan sangat mendorong Pendapatan Asli daerah (PAD) yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.  Untuk sektor Pertanian, Pemerintah harusnya mampu untuk melakukan upaya seperti:
 (a). Penerapan Ekofarming/Pertanian Organik, (b) Pendistribusian Pupuk yang Merata agar Pupuk-Pupuk berkualitas dapat dengan mudah didapat para petani dan melakukan pengawasan agar tidak terjadi distribusi pupuk palsu oleh oknum yang merugikan petani (c) Optimalisasi Irigasi Air (d) Pembukaan Lahan Baru dan (e) program Penyuluhan Petani agar Petani dapat melek akan pengetahuan dan teknologi pertanian yang selalu berkembang. 
Untuk sektor kehutanan tentu industri hutan dapat dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat. Industri hutan ini baik berupa hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan dan usaha pemanfaatan kawasan hutan lainnya. Dan dalam hal ini tentu akan menjadi umpan yang menarik bagi para investor yang akan dating ke Humbang Hasundutan. Namun, dalam penerapannya, Pemerintah humbang seharusnya perlu melakukan kajian-kajian/penelitian yang baik agar pengolahan industry hutan dapat seimbang dengan pelestarian hutan tersebut. 
Untuk sektor perikanan, memang pada saat ini dalam urusan perencanaan, pelaksanaan, dan  pengawasan masih dikendalikan oleh Pemerintah Pusat dan Kelompok Masyarakat pengguna hanya menerima informasi tentang produk kebijakan Pemerintah. Namun, bagi Pemerintah daerah, tentunya banyak upaya yang juga dapat dilakukan guna mengoptimalkan  sector perikanan, seperti membangun prasarana seperti pasar ikan , memberikan fasilitas untuk menunjang produksi ikan kepada peternak ikan, hingga pengembangan sektor perikanan yang kreatif dan inovatif melalui pelatihan, bimbingan, penyediaan modal investasi dan modal kerja. Pembentukan UKM-UKM dan pengoptimalan programnya juga sangat berguna untuk pengelolaan produksi dari sector perikanan itu sendiri. Kemudian, untuk Pembudidaya ikan yang saat ini ada di Humbang, diperlukan perhatian khusus karena memang selama ini belum ada terlihat program unggulan yang disediakan Pemerintah bagi Pembudidaya ikan di Humbang hasundutan, apalagi sejak gagalnya program pengembangan kolam terpal, seharusnya Pemerintah mampu melahirkan program yang lebih inovatif lagi.

5. Di sektor investasi peluang - peluang apa saja yang bisa dikembangkan di wilayah ini?


Wang Tao Bicton Manullang: Humbang Hasundutan memiliki banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan. Salah satunya yang cukup utama adalah pengelolaan SDA. Dengan kondisi kontur agraris yang bagus dan strategis, pada dasarnya Daerah Humbang ini menjadi salah satu daerah dengan modal SDA yang baik. Pertanian/Perkebunan dapat dijadikan lahan investasi bagi Humbang Hasundutan, dengan pengoptimalan produksi SDA Pertanian dan perkebunan, Humbang seharusnya dapat menarik investor. Mungkin bisa dibuat Agrowisata. Jadi para petani/pembudidaya sayuran dan buah diberikan ilmu-ilmu Agribisnis agar hasil produksi dapat berkualitas dan teknik pertanian/perkebunan tersebut dibuat menarik agar memancing wisata untuk berkunjung dan berinvestasi, seperti daerah perketanian dan perkebunan di Jawa.  Kemudian dari sector pariwasata juga menjadi peluang besar. Terkhusus di daerah Baktiraja, seharusnya dapat menjadi peluang bisnis untuk wisata alam. Keindahan danau Toba dan wisata lainnya harus dipandang sebagai peluang bahwa daerah tersebut bisa menjadi icon Humbang Hasundutan. Tentunya dapat dilakukan dengan bekerjasama dengan Kemenpar, agar dapat memperkenalkan Humbang Hasundutan kepada investor-investor.

6. Adakah kemudahan - kemudahan yang bisa ditawarkan buat investor?


Wang Tao Bicton Manullang: Tentunya Pemerintah memang harus memberikan kemudahan bagi setiap investor yang akan menanamkan modalnya untuk berinvestasi di Humbang Hasundutan. Salah satunya dengan Melihat regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat terkait dengan kemudahan system birokrasi Perizinan. Terlebih melalui system birokrasi dengan PTSP, seharusnya persoalan para investor yang mengeluh atas ribernya perizinan bisa teratasi. Kemudian, investor perlu diberikan insentif dan kemudahan dalam penanaman Modal daerah. Seperti memberikan bantuan modal, pengurangan/pembebasan pajak daerah, retribusi daerah, bantuan untuk riset, pengembangan dan pelatihan bagi UMKM. Dana tersebut dapat digunakan dari APBD yang pada dasarnya jika dikelola dengan tata kelola keuangan yang baik tentu akan menghasilkan PAD yang baik pula. Kemudian Pemerintah juga harus bisa mempermudah investor dengan menjamin akses tenaga kerja professional, promosi usaha hingga akses pasokan bahan baku. Dan saya sangat yakin, Humbang Hasundutan akan menjadi Daerah mandiri, maju dan menjadi percontohan bagi daerah lain. 

Profil Redaksi

Redaksi

isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook