Cibinong dan Serpong Diharapkan Jadi Wajah Sains Indonesia

Redaksi   |   Teknologi  |   Senin, 09 Desember 2019 - 11:13:45 WIB   |  dibaca: 1073 kali
Cibinong dan Serpong Diharapkan Jadi Wajah Sains Indonesia

Ist

Cibinong, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro pada Kamis (7/11) mengunjungi fasilitas riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di kawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden, Cibinong Jawa Barat.



Menristek/Kepala BRIN menyatakan perlunya investasi untuk infrastruktur penelitian keanekaragaman hayati Indonesia. “’Fasilitas riset ini bisa mendorong hilirisasi iptek serta menjadi salah satu alternatif pendapatan negara,”jelas Menristek/Kepala BRIN. Lebih lanjut dirinya berharap optimalisasi pembangunan infrastruktur riset di Cibinong Science Center-Botanical Garden juga Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) yang berada di Serpong. “Wajah sains Indonesia nantinya ada di Cibinong dan Serpong,” jelasnya.

 

Menristek/Kepala BRIN berkesempatan meninjau fasilitas inkubator teknologi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek, laboratorium Biosafety Level-3 yang dikelola Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, juga Museum Zoologicum Bogoriense dan Indonesia Culture Collection (InaCC) yang dikelola Pusat Penelitian Biologi LIPI.

 

Di inkubator teknologi, Menristek/Kepala BRIN beraudiensi langsung dengan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan LIPI. Dalam kunjungannya ke laboratorium Biosafety Level-3, Menristek/Kepala BRIN menandatangani peresmian fasilitas bangunan dan peralatan riset pengujian riset pangan yang ada di laboratorium yang didanai lewat skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementrian Keuangan RI.

 

Sementara di Museum Zoologicum Bogoriense, Menristek/Kepala BRIN melihat beberapa spesimen koleksi dari lebih dua juta koleksi spesimen satwa Indonesia. Beberapa diantaranya adalah ikan purba ikan purba Coelacanth, kulit dan tengkorak harimau Jawa dan Bali yang telah punah, tengkorak badak Jawa dan gading gajah Sumatera.

 

Sedangkan di Indonesia Culture Collection, Menristek/Kepala BRIN meninjau katalog koleksi di InaCC yang terdiri dari fungi, mikroalga, ragi (yeast), actinomycetes, archaea, bakteri, dan bacteriophage. Saat ini ada 4002 koleksi mikroba milik Pusat Penelitian Biologi LIPI, 343 koleksi dari lembaga pemerintah, 122 koleksi milik perguruan tinggi, 192 koleksi milik pihak luar negeri, serta 12 koleksi dari kalangan swasta. (fz)

Profil Redaksi

Redaksi

isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil. isi keterangan ini untuk melengkapi isi profil.

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook